Senin, 25 Desember 2017

Membuat Resolusi, Merencanakan Hidup Lebih Baik

01.13 0 Comments

Beberapa hari lagi kita akan mengakhiri tahun 2017. Biasanya menjelang tahun baru kita akrab dengan kata resolusi. Meskipun untuk menyusun resolusi baru tidak harus selalu pada momen awal tahun. Sebagian orang menyusun target capaian barunya di hari pertambahan usianya, sebagian lagi pada tahun baru hijriyah (Islam), bahkan ada yang menyusun resolusinya setiap kali memasuki bulan Syawal. Menurut saya sih sah-sah saja, semuanya tergantung kepada pribadi masing-masing.

Minggu, 17 Desember 2017

Nugget Pisang

08.25 2 Comments

Pisang adalah salah satu jenis buah yang paling banyak digemari oleh masyarakat Indonesia. Hal ini karena pisang dapat dikonsumsi oleh segala usia, mengandung banyak gizi, dan yang penting harganya juga terjangkau serta mudah dibudidayakan.

Minggu, 10 Desember 2017

Rabu, 06 Desember 2017

5 Alasan Mengapa Ibu Harus Cerdas

05.55 11 Comments

Dulu, sering terdengar pendapat orang-orang tua bahwa perempuan tidak perlu sekolah tinggi-tinggi. Alasannya karena nanti perempuan hanya akan diam di rumah dan berkutat dengan urusan dapur, sumur, kasur. Tapi zaman berubah. Sekarang sudah banyak perempuan yang bisa mengakses pendidikan tinggi S1 hingga S3. Dan luarbiasanya, diantara perempuan-perempuan sarjana itu, tidak sedikit yang mengabdikan dirinya fulltime di rumah saat berstatus sebagai ibu.

Sebagian orang berpikiran bahwa sia-sia saja sekolah tinggi tapi hanya diam di rumah. Disamping itu, banyak orang yang merasa setelah wisuda, artinya dia sudah selesai masa belajar. Padahal sesungguhnya, menjadi perempuan, terutama menjadi ibu, baik workingmom maupun fulltime mom, keduanya harus cerdas dan pintar.

Jumat, 24 November 2017

Temukan Matematika Di Sekitarmu (Day 2)

07.15 0 Comments


Hari ini saya masih belajar dan merencanakan mengaplikasikan stimulasi langsung kepada anak-anak. Meskipun ternyata secara  tidak sengaja, anak-anak sudah terlibat dan melibatkan diri langsung dengan kegiatan seperti yang diminta dalam tantangan kali ini. Mengapa bisa? Karena yang diminta dari kuliah bunda sayang ini adalah menemukan matematika dalam kehidupan sehari-hari. Jadi tidak sulit melakukannya karena masalah matematika logis itu sendiri melekat kuat dalam keseharian kita. Namun, yang jadi tantangan buat bundanya adalah bagaimana membuat semua stimulasi ini dengan tujuan yang jelas dan tahapan yang rapi sesuai umur. Dan pada akhirnya kita dapat membantu anak menemukan momen Aha!-nya.

Rabu, 22 November 2017

Temukan Matematika di Sekitarmu (Day 1)

05.37 0 Comments

Alhamdulillah, Kuliah Bunda Sayang IIP minggu ini memasuki materi ke-6 berjudul Menstimulus Matematika Logis Pada Anak. Pikiran saya terbuka dengan materi ini. Bahwa sesungguhnya, keterampilan matematika logis ini sangat penting dan sebelum kita terburu-buru mengajarkan berhitung kepada anak, semestinya terlebih dahulu prosenya dilalui. Kita perlu merangsang kecerdasan matematika logisnya dan menanamkan konsep matematika logis itu kepada anak.

Sabtu, 18 November 2017

Aliran Rasa Game Level 5 Kuliah Bunda Sayang

08.32 0 Comments
Pagi itu habis mandi, sambil saya membantunya berpakaian, Salman berceloteh,
"Habis ini Aman makan ya, Bun."
"Iya," jawab saya tersenyum. 
"Habis makan main mobil-mobilan, terus  temani bunda jemur kain, terus nonton, terus baca buku ya!" ujarnya. 
"Oke!" seru saya bersemangat. 

Alhamdulillah, setelah tujuh belas hari ini berusaha rutin melakukan aktivitas membaca bersama anak-anak, ternyata Salman secara tidak sadar sudah memasukkan membaca ke list kegiatanya. Buat saya ini sebuah capaian. Alhamdulillah.

Meskipun sebenarnya salman belum bisa membaca, karena dia baru 2 tahun 10 bulan. Dan saya pun bukan tipe orangtua yang terlalu menggegas anak untuk membaca. Aktivitas membaca bersama yang saya maksud itu adalah jadwal berinteraksi dengan buku. Apakah itu menyimak buku yang saya bacakan, atau anak-anak bercerita berdasarkan gambar yang dia lihat di buku sesuai urutan halaman, atau hanya sekedar membolak-balik buku sambil menyebutkan nama-nama benda yang dia lihat di dalam buku itu. Buat saya itu semua adalah proses tahapan dalam upaya membangun kemampuan literasi dan keterampilan bahasa anak-anak.   

Kamis, 26 Oktober 2017

Pohon Literasi

18.24 0 Comments
Hari ini memulai tantangan baru di kelas Bunda Sayang. Suasana baru di kelas, setelah libur 2 minggu dan kedatangan fasil baru, kelas terasa ramai, semakin hidup dan bersemangat.  Semuanya sangat antusias menyambut game ke-lima ini. Kelas yang biasanya cenderung sepi, kini selalu heboh dengan diskusi dan sharing bunda-bunda sayang ini. Seru!

Tantangan 10 hari kali ini adalah : Membaca. Ya, menjadwalkan Family reading time, membuat pohon literasi sebagai media apresiasi atas aktivitas membaca, dan mendiskusikan bacaan.

Model pohon literasi nya diserahkan kepada masing-masing keluarga. Bahkan tidak harus selalu pohon, setiap keluarga boleh saja membuat model media yang disukai untuk menyemangati aktivitas membaca ini.

Target bacaannya tidak dipatok. Tidak muluk-muluk. Tidak harus menyelesaikan 1 buku. Tapi point nya adalah setiap hari, masing-masing anggota keluarga punya aktivitas membaca. Tujuannya tentu saja untuk membangun kebiasaan membaca, baik orang tua maupun anak-anak, sehingga orang tua pun menjadi teladan untuk membentuk anak yang suka dan cinta membaca. Lebih dari itu, nantinya diharapkan orang tua dan anak-anak tidak hanya menganggap membaca itu sebagai hobi saja, tapi merasakannya sebagai kebutuhan harian.

Untuk menjawab tantangan ini, kemarin malam dalam Family forum kami, saya sudah memaparkan tentang game ini. Sang Ayah oke-oke aja. Sementara anak-anaknya, terutama Rasyad, sangat antusias apalagi saat saya memaparkan tentang pohon literasi. Nanti dia mau punya buah yang banyak, katanya. Salman, seperti biasa, ikut antusias dan bersemangat melihat Uda-nya, meskipun belum sepenuhnya mengerti.

Sebagai proyek bersama, sambil jalan-jalan ke luar, maka malam kemarin kami beli bahannya. Sederhana saja, kertas marmer warna hitam (karena gak ada warna coklat😁), hijau, merah dan oranye.

Dan malam ini adalah waktu eksekusinya. Sayang, sang ayah ada acara di luar. Jadilah saya dibantu (plus direcoki) para jagoan membuat pohon literasi kami. Alhamdulillah selesai satu pohon. Rencana awalnya sih satu untuk sekeluarga. Tapi setelah selesai dilihat-lihat, sepertinya cukupnya cuma untuk 2 orang. Akhirnya saya putuskan pohon itu untuk anak-anak dulu. Nanti dibuat lagi untuk saya dan Ayahnya.

Waktu mau membuat pola lagi, saya mulai ngantuk dan diserang malas wkwkwk. Akhirnya, bikin gambar hati besar aja, terinspirasi dari sharing bunda di grup.

Dan, taraa beginilah hasilnya..


Sayangnya saya lupa mengabadikan step by step proses pengerjaannya karena sudah keasyikan rempong bersama anak-anak. Tapi buat anak-anak, hasil sederhana begini sudah cukup memuaskan.

Bismillah, semoga tantangan kali ini bisa dikerjakan dengan konsisten.

#GameLevel5
#Tantangan10Hari
#KuliahBunsayIIP
#ForThingstoChangeIMustChangeFirst

Follow Us @soratemplates