Selasa, 06 Februari 2018

07.42 0 Comments

Tantangan 10 hari game level 8 kuliah Bunda Sayang Day 1



Karena bebrapa kendala, saya baru mmulai tantangan hari ini. Hari ini Rasyad libur sekolah karena ru-urunya ada perttemuan. tadi malam saya rencana mngajak Rasyad dan alam untuk mmbat clngan dari barang beekas. namun, ternyata hari ini lumayan hctti dngan alman yang rewel sejak bangun tidur. akhrnya batal rencana proyk celengan.

malam ini sebelum tidur, anak-anak ingin dibcakan ceritta. tapi saya ingin melihat peerkemangan rasyad dalam mmahami bacaan. saya minta dia cerita tentang seebuah kisah kancil dari buku yang dia baca bberaapa hari ini. ssedikit berceritta tenang latar blakang buku kumpulan kisah kancil yang crdik ini adalah buku yang dieelinya sndiri saat di sekolahnya mengadakan bazar buku. saat itu saya memberinya uang 20.000 rupiah, dan membebaskannnya memilih uku apa yang dia suka. dan ternyata pilihannya jatuh pada buku kancil ini.

saya dan salman pun bersiap medngarkan cria rasyad. dia akan bercerita tang kanil yang meenipu anjing. aal ceritanya lancar, namun di tenah dia lupa sambunganny. lantas minta izin untuk mengambil dan membaca lagi unuk mengingat kemali. tapi ang namanya anak-anak, setelah dia kmbali, saat membolak-balik buku, justru dia melihat halaman ang bergambar kepiting. lalu dia bberkata, Bun ini kisah tentan Kptingg dan Ubui. Bunda tolong bbakan ya.. dengan rayuannya akhirnya posisi beralih menjadi saya ebagai pembaca cerita.

ternyata kisah ketam dan ubui ini berkisah tentang Ketam ang iri terhadap ugui yang rajin mencari rezki dan sigap dalam bekerja. settelah selesai membacakan, saya ajak rasyad berdiskusi tentang hikmah dari erita tadi. Dari membahas tentang sifat iri, lisan yang suka memaki, sampai kepada kerja keras dan rezki. saya oba masukkan tentang konsep rezeki itu sudah pasti, sudah ada keenuan dari Allah. maka kemuliaan lah yang kia cari.

* malam ini ngetik dengan keyboard yang bandel, jadi banyak typo. next diedit insyaAllah.   
07.22 0 Comments


Cemilan Rabu #2🍎Materi 8 : Cerdas Finansial


PANDUAN menjadi FINANCIAL PLANNER bagi IBU RUMAH TANGGA


Emak-emak itu paling sensi kalo sudah bicara masalah finansial alias pengaturan anggaran belanja rumah tangga. Uang belanja kurang, istri disalahin. Suami terjerat kasus korupsi, istri dianggap biang penyebabnya. Hidup tenang tanpa utangpun, terkadang jadi bahan gosip. Serba salah memang.
Nah, di tengah banyaknya “kesalahan” para istri itu, mari kita coba menguranginya dengan belajar menjadi perencana keuangan yang baik bagi keluarga.
Perencana keuangan di sini maksudnya mampu menyeimbangkan antara pemasukan dan pengeluaran yang terbatas, agar kita dapat memenuhi dan merasionalisasi berbagai kebutuhan dengan keinginan.
Melakukan perencanaan keuangan bukan berarti pelit loh ya dan bukan pula harus mengencangkan ikat pinggang seketat-ketatnya. Nah biar gak ngasal dan membuat kondisi keuangan keluarga semakin runyam, yuk sadari dulu kesalahan-kesalahan dalam melakukan perencanaan keuangan:
1. Menabung tanpa tujuan. Menabung itu perlu tujuan dan target waktu, agar fokus! Menabung tanpa tujuan justru akan membuat pengeluaran jadi kurang terkendali, karena mudah tergoda untuk menggunakannya.
2. Menabung uang sisa penghasilan. Idealnya, menabunglah di awal saat menerima uang.
3. Tidak memiliki dana darurat. Dana darurat adalah dana yang dialokasikan khusus untuk digunakan saat kepepet. Besarnya 10-12 bulan pengeluaran keluarga sehari-hari.
4. Menganggap tabungan = dana darurat. Eits, itu dua jenis dana yang sangat berbeda ya. Dana darurat boleh diutak utik, namun tabungan harus terselamatkan hingga tujuannya tercapai!
Kalau duitnya pas-pasan seperti kita-kita ini, ngapain perlu perencanaan keuangan segala? Malah bikin repot! Gaji suami cuma segitu-gitunya! Eits Maks, justru semakin terbatas penghasilan suami, semakin matang perencanaan keuangan yang harus dilakukan!
Bagaimana caranya? Simak 10 Langkah menjadi Financial Planner bagi Ibu Rumah Tangga berikut ini yaa...
1. Tentukan Tujuan Keuangan (jangka pendek-jangka menengah-jangka panjang).
Komunikasikan dengan suami mengenai apa yang ingin dicapai dengan kondisi keuangan yang ada dan lakukan secara SMART (Jelas-Terukur-Dapat dicapai-Sesuai-Target waktu)
2. Membuat Catatan Keuangan.
Catat semua pengeluaran dalam sebuah buku, sekecil apapun itu dalam empat bagian (Catatan Pendapatan – Catatan Tagihan – Rencana Pengeluaran/Belanja – Realisasi Pengeluaran/Belanja)
Buat perencanaan anggaran (budgeting), meliputi: 50% kebutuhan harian, 30% membayar hutang & menabung, 20% untuk gaya hidup.
Jadikan pelunasan utang sebagai prioritas! Utang yang tak segera dilunasi, akan memperberat beban keuangan rumah tangga. Apalagi jika utang tersebut mengandung riba!
3. Uang Saku. Anggarkan uang saku bagi suami-isti dan anak-anak secara proporsional, untuk memenuhi kebutuhan pribadi masing-masing. Ajarkan anak tentang konsep arti dan nilai uang sejak dini, sehingga kelak ia akan mampu mengelolanya dengan baik.
4. Dana Darurat. Dianggarkan khusus untuk memenuhi kebutuhan yang sifatnya darurat. Niatkan untuk selalu mengisi tabungan dana darurat setiap bulan, agar: tidak perlu berhutang Dana darurat juga dapat digunakan sebagai dana cadangan saat suami memutuskan berwirausaha, untuk menghindari konflik rumah tangga, serta demi kesehatan & ketenangan jiwa.
5. Biaya Pendidikan Anak. Persiapkan dana pendidikan khusus untuk anak-anak. Dapat berupa: tabungan pendidikan, asuransi pendidikan, investasi reksadana, investasi emas fan lainnya. Makin lama waktu untuk mempersiapkan dana pendidikan, makin baik.
6. Asuransi. Sebaiknya miliki asuransi jiwa dan kesehatan. namun: baca & pelajari isi polis dengan baik, pilih perusahaan asuransi yang jelas dan pilih premi sesuai kemampuan. Pilih jenis asuransi murni, bukan unit link, agar manfaat yg diperoleh maksimal.
7. Utang... Boleh Gak Sih? Boleh saja, namun lakukan dengan penuh perhitungan, bukan untuk memenuhi kebutuhan konsumtif. Lalu berkomitmenlah untuk segera melunasinya, baik secara utuh ataupun mencicil.
8. Menabung. Menabunglah untuk tujuan tertentu yang besarannya sesuaikan dengan kemampuan. Sisihkan dana yang akan ditabung di saat awal menerima uang, bukan dari uang yang tersisa dan konsistenlah. Pisahkan rekening tabungan, usahakan tidak berATM agar tak tergoda untuk mengambilnya.
9. Investasi. Kenapa harus berinvestasi? Karena ada konsep nilai waktu uang, di mana nilai uang saat ini akan turun 10-20 tahun yang akan datang. Jadi pertahankan nilai uang melalui investasi, dapat dalam bentuk reksana, emas, pohon, ternak, ataupun usaha sendiri/bisnis.
10. Me Time. Penting ini dan seringkali terlupakan. Saat ber’me-time, silakan melakukan apa saja yang membuat senang. Emak bisa menyalurkan hobi-bersilaturahmi atau memanjakan diri. Gunanya untuk mencharge energi, menjaga kewarasan, membuat pikiran lebih tenang-positif & kreatif. Me-time dapat dilakukan di dalam rumah ataupun di luar rumah, beranggaran khusus atau tanpa dana sepeserpun.
Salam Ibu Profesional,
/Tim Fasilitator Bunda Sayang/
📚Sumber Inspirasi:
Nadya Moeliono & Iin Susanto. 10 Langkah menjadi Financial Planner untuk Diri Sendiri (edisi Khusus Ibu Rumah Tangga). Grasindo. 2017

Minggu, 04 Februari 2018

Tantangan 10 Hari Level #8 Periode 1 - 17 Februari 2018 MENDIDIK ANAK CERDAS FINANSIAL SEJAK DINI

07.22 0 Comments


Memahamkan anak-anak bahwa uang adalah bagian kecil dari rezeki, itu dimulai dari ibu. Termasuk pengelolaan uang, membaginya kepada yang berhak, membedakan keinginan serta kebutuhan juga dimulai dari ibu.
Yuk bertumbuh bersama anak dengan menjadi teladan, sehingga anak ikut belajar mengelola uang dan bertanggung jawab terhadap bagian rezeki yang didapatkan di dalam kehidupan ini.

Bagi yang sudah menikah dan memiliki anak:

  • Anak usia dini (<7th)
Buatlah proyek pengenalan menabung, proses menabung dan membelanjakan tabungan. Perkuat bahwa semua rezeki berasal dari Allah. Ceritakan pengalaman bunda dalam mengenalkan konsep rezeki pada si kecil melalui tulisan dan atau foto.
  • Usia pra baligh (7-14th)
Jika anak mulai mengerti uang/memasuki usia SD ajarkan anak untuk mulai memilah antara keinginan dan kebutuhan. Buatlah tabel keuangan sederhana dan dampingi anak saat melakukan pencatatan. Ceritakan pengalaman bunda dan ananda dalam pengelolaan keuangan ananda. Bunda juga bisa membuat proyek sederhana untuk memperkuat konsep kepemilikan dan pengelolaan uang bagi ananda.
  • Usia baligh (>14 tahun)
Jika anak sudah baligh atau sudah mulai mempunyai mimpi ajak anak menuliskan vision board dan mewujudkan mimpinya dengan membuat financial planning. Dampingi dan beri semangat dalam menjalankan strategi dalam mendapatkan dan mengelola keuangan. Bunda juga dapat menyertakan ananda dalam pengelolaan keuangan keluarga sebagai bagian pembelajaran bersama.

Bagi yang sudah menikah belum memiliki anak serta bagi yang belum menikah:

Ceritakan pengalaman anda dalam mengelola keuangan. Catatlah proses belajar membuat pencatatan keuangan dan membaginya ke dalam kantong belanja, infaq, dan tabungan. Identifikasi catatan keuangan Anda apakah sudah baik, perlu review ulang, ataupun ada bocor halus dalam pengelolaannya.

Bagi anda yang menggunakan blog, gunakan label:
Ibu Profesional
Bunda Sayang
Level 8
Tantangan 10 Hari
 Gunakan hashtag berikut saat pengumpulan tugas:
#KuliahBunsayIIP
#Tantangan10Hari
#Level8
#RejekiItuPastiKemuliaanHarusDicari
#CerdasFinansial

Latih – percayakan – jalani – supervisi – latih lagi


Materi #8 Kuliah Bunda Sayang IIP : MENDIDIK ANAK CERDAS FINANSIAL

07.04 0 Comments


Apa itu Cerdas Finansial?

Menurut para ahli, cerdas finansial adalah kemampuan seseorang untuk mendapatkan dan mengelola keuangan.
Apabila disesuaikan dengan konsep di Ibu Profesional bahwa uang adalah bagian kecil dari rezeki, dengan belajar mengelola uang artinya kita belajar bertanggung jawab terhadap bagian rezeki yang kita dapatkan di dalam kehidupan ini.
Apa pentingnya cerdas finansial ini bagi anak-anak?
Di dalam Ibu Profesional kita memahami satu prinsip dasar dalam hal rezeki yaitu,
Rezeki itu pasti, kemuliaanlah yang harus dicari

Ketika anak sudah paham konsep dirinya, maka kita perlu menstimulus kecerdasan finansialnya agar:
Kemuliaan Anak Meningkat
dengan cara:
a. Anak paham konsep harta, bagaimana memperolehnya dan memanfaatkannya sesuai dengan kewajiban agama atas harta tersebut.
b. Anak bertanggung jawab atas pengelolaan keuangan sendiri.
c. Anak terbiasa merencanakan (membuat budget) berdasarkan skala prioritas.
d. Anak bisa membedakan antara kebutuhan dan keinginan.
e. Anak memiliki rasa percaya diri dengan pilihan “gaya hidup” sesuai dengan fitrahnya, tidak terpengaruh dengan gaya hidup orang lain.
f. Anak paham dan punya pilihan hidup untuk menjadi employeeself employeebussiness owner, atau investor.

Bagaimana Cara Menstimulus Cerdas Finansial pada Anak?

1. Anak-anak perlu dipahamkan terlebih dahulu bahwa rezeki itu datang dari Sang Maha Pemberi Rezeki, sangat luas dan banyak, uang/gaji orangtua itu hanya sebagian kecil dari rezeki.
Sehingga jangan batasi mimpi anak dengan kadar rezeki orangtuanya saat ini.
Karena sejatinya anak-anak adalah milik Dia Yang Maha Kaya, bukan milik kita
Sehingga kalau akan minta sesuatu yang diperlukan anak, mimpi sesuatu, mintalah ke Dia Yang Maha Kaya, bukan ke manusia, meski itu orang tuanya.
2. Ajak anak berdialog tentang arti KEBUTUHAN dan KEINGINAN
Kebutuhan adalah sesuatu yang tidak bisa ditunda
Keinginan adalah sesuatu yang bisa ditunda.
Bantu anak-anak membuat skala prioritas kebutuhan hidupnya berdasarkan dua hal tersebut di atas.
3. Setelah paham dengan prioritas kebutuhan hidupnya, maka latih anak untuk membuat “mini budget“, sebagai bentuk latihan merencanakan berdasarkan skala prioritas.
Mini budget ini bisa dibuat 3 harian, 1 mingguan, atau 1 bulan bergantung pada kemampuan dan usia anak.
Dengan adanya mini budget ini anak akan berkomitmen untuk mematuhi apa yang sudah disepakati, kemudian bertanggung jawab menerima konsekuensi apa pun atas kesepakatan yang sudah dibuatnya
4. Anak dilatih mengelola pendapatan berdasarkan ketentuan yang diyakini oleh keluarga kita.
Contoh: Apabila mini budget sudah disetujui oleh orangtua, dana sudah keluar, anak-anak akan belajar memakai ketentuan yang sudah disepakati keluarga misal kita ambil contoh sbb:
Hak Allah : 2,5 – 10% pendapatan
Hak orang lain : max 30% pendapatan
Hak masa depan : min 20% pendapatan
Hak diri sendiri : 40-60% pendapatan.
5. Lakukan apresiasi setiap anak menceritakan bagaimana dia menjalankan mini budget sesuai kesepakatan.
Latih lagi anak-anak untuk membuat mini budget berikutnya dengan lebih baik.
Prinsipnya adalah : Latih – percayai-jalani-supervisi-latih lagi.

Ingat sekali lagi prinsip di Ibu Profesional
for things to CHANGE, I MUST CHANGE FIRST
Apabila kita menginginkan perubahan maka mulailah dari diri kita terlebih dahulu.
Maka sejatinya materi ini adalah proses kita sebagai orangtua agar cerdas finansial dengan cara learning by teaching, belajar mengajar bersama anak-anak. Jadi yang utama harus belajar tentang cerdas finansial ini adalah kita, orangtuanya, kemudian pandu kecerdasan finansial anak-anak kita sesuai tahapan umurnya.
Salam Ibu Profesional,
Tim Fasilitator Bunda Sayang

📚Sumber bacaan
Ahmad Gozali, Cashflow for Muslim, 2016
Septi Peni Wulandani, Mendidik Anak Cerdas Finansial, bunda sayang, 2015
Eko P Pratomo, Cerdas Finansial, artikel Kontan, 2015

Duhai Istri, Muliakan Suamimu!

05.33 0 Comments


Pernikahan yang bahagia adalah impian setiap orang. Namun, adakah pernikahan yang senantiasa bahagia tanpa masalah? Sayangnya tidak. Setiap rumah tangga selalu memiliki riak gelombangnya. Tapi, yang perlu dijaga adalah bagaimana mengelola masalahnya agar tidak menjadi pernikahan yang bermasalah.

Follow Us @soratemplates