Beberapa hari lagi kita akan
mengakhiri tahun 2017. Biasanya menjelang tahun baru kita akrab dengan kata
resolusi. Meskipun untuk menyusun resolusi baru tidak harus selalu pada momen
awal tahun. Sebagian orang menyusun target capaian barunya di hari pertambahan
usianya, sebagian lagi pada tahun baru hijriyah (Islam), bahkan ada yang
menyusun resolusinya setiap kali memasuki bulan Syawal. Menurut saya sih sah-sah
saja, semuanya tergantung kepada pribadi masing-masing.
Senin, 25 Desember 2017
Minggu, 17 Desember 2017
Nugget Pisang
Unknown
08.25
2 Comments
Minggu, 10 Desember 2017
Rabu, 06 Desember 2017
Dulu, sering terdengar pendapat orang-orang tua bahwa perempuan tidak perlu sekolah tinggi-tinggi. Alasannya karena nanti perempuan hanya akan diam di rumah dan berkutat dengan urusan dapur, sumur, kasur. Tapi zaman berubah. Sekarang sudah banyak perempuan yang bisa mengakses pendidikan tinggi S1 hingga S3. Dan luarbiasanya, diantara perempuan-perempuan sarjana itu, tidak sedikit yang mengabdikan dirinya fulltime di rumah saat berstatus sebagai ibu.
Sebagian orang berpikiran bahwa sia-sia saja sekolah tinggi tapi hanya diam di rumah. Disamping itu, banyak orang yang merasa setelah wisuda, artinya dia sudah selesai masa belajar. Padahal sesungguhnya, menjadi perempuan, terutama menjadi ibu, baik workingmom maupun fulltime mom, keduanya harus cerdas dan pintar.
Jumat, 24 November 2017

Hari ini saya masih belajar dan merencanakan mengaplikasikan stimulasi langsung kepada anak-anak. Meskipun ternyata secara tidak sengaja, anak-anak sudah terlibat dan melibatkan diri langsung dengan kegiatan seperti yang diminta dalam tantangan kali ini. Mengapa bisa? Karena yang diminta dari kuliah bunda sayang ini adalah menemukan matematika dalam kehidupan sehari-hari. Jadi tidak sulit melakukannya karena masalah matematika logis itu sendiri melekat kuat dalam keseharian kita. Namun, yang jadi tantangan buat bundanya adalah bagaimana membuat semua stimulasi ini dengan tujuan yang jelas dan tahapan yang rapi sesuai umur. Dan pada akhirnya kita dapat membantu anak menemukan momen Aha!-nya.
Rabu, 22 November 2017
Alhamdulillah, Kuliah Bunda Sayang IIP minggu ini memasuki materi ke-6 berjudul Menstimulus Matematika Logis Pada Anak. Pikiran saya terbuka dengan materi ini. Bahwa sesungguhnya, keterampilan matematika logis ini sangat penting dan sebelum kita terburu-buru mengajarkan berhitung kepada anak, semestinya terlebih dahulu prosenya dilalui. Kita perlu merangsang kecerdasan matematika logisnya dan menanamkan konsep matematika logis itu kepada anak.
Sabtu, 18 November 2017
Pagi itu habis mandi, sambil saya membantunya berpakaian, Salman berceloteh,
"Habis ini Aman makan ya, Bun."
"Iya," jawab saya tersenyum.
"Habis makan main mobil-mobilan, terus temani bunda jemur kain, terus nonton, terus baca buku ya!" ujarnya.
"Oke!" seru saya bersemangat.
Alhamdulillah, setelah tujuh belas hari ini berusaha rutin melakukan aktivitas membaca bersama anak-anak, ternyata Salman secara tidak sadar sudah memasukkan membaca ke list kegiatanya. Buat saya ini sebuah capaian. Alhamdulillah.
Meskipun sebenarnya salman belum bisa membaca, karena dia baru 2 tahun 10 bulan. Dan saya pun bukan tipe orangtua yang terlalu menggegas anak untuk membaca. Aktivitas membaca bersama yang saya maksud itu adalah jadwal berinteraksi dengan buku. Apakah itu menyimak buku yang saya bacakan, atau anak-anak bercerita berdasarkan gambar yang dia lihat di buku sesuai urutan halaman, atau hanya sekedar membolak-balik buku sambil menyebutkan nama-nama benda yang dia lihat di dalam buku itu. Buat saya itu semua adalah proses tahapan dalam upaya membangun kemampuan literasi dan keterampilan bahasa anak-anak.



